Tampilkan postingan dengan label Uji keterbacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uji keterbacaan. Tampilkan semua postingan

Cloze Test

CloZe test yang dikembangkan oleh taylor (1953) adalah sejenis tes dalam bentuk wacana dengan sejumlah kata yang dikosongkan (rumpang) dan pengisi tes diminta mengisi kata-kata yang sesuai di tempat yang kosong itu (hornby,2000). Kebenaran isi jawaban akan dilihat dari naskah asli wacana tersebut. Tiga cara menghilangkan kata, diantaranya :

1. menghilangkan kata pada urutan tertentu secara konsisten, tanpa membedakan jenis kata (the fixed-ratio method). Misalnya, apabila kata yang dihilangkan itu adalah kata yang ke-5, maka setiap kata yang kelima dihilangkan secara konsisten.

2. menghilangkan kata pada urutan tertentu dengan ketentuan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan pembuat tes (the variables-fixed ratio). Misalnya, kata itu akan dihilangkan apabila termasuk kata benda atau kata kerja.

3. menghilangkan kata pada urutan tertentu secara sistematis tetapiapabila kata pada urutan tertentu itu adalah nama tempat, nama diri, angka, tanggal, bulan, tahun, atau istilah, maka kata itu dilampaui dan dipilih kata berikutnya. (the modified fixed-ratio method)

Prosedur dan langkah-langkah dalam penggunaan cloze test adalah :

1. Ambil sample (bagian awal, tengah, dan akhir). Uraian yang dipilih sebaiknya :

- Narasi / wacana

- Isinya suatuh pemikiran yang utuh

- Tidak mengandung banyak nama diri

- Tidak mengandung banyak istilah baru

2. Pilih kata-kata kurang lebih 250 kata.

3. Ketik Ulang

4. Beri judul pada setiap wacana

5. Biarkan kalimat pertama dan kalimat terakhir utuh

6. Rumpangkan / bolongi pada kata kelima atau ketujuh secara konsisten

7. Beri nomor pada setiap kata yang dibolongi

8. Berikan pada calon yang yang membaca bahan ajar tersebut

9. Kumpulkan, dan beri skor (penilaian). Dengan pengkategorian :

a. 50% benar = Mudah dipahami, dalam arti pembaca mengerti isi bacaan.

b. 35-50% benar = Agar sukar, dalam arti pembaca memerlukan bantuan orang lain untuk mengerti isi bacaan.

c. Lebih dari 50% = Sangat sukar, dalam arti pembaca tidak dapat memahami isi bacaan.

Fog Index

Fog index dipergunakan oleh penulis, editor, atau guru sendiri, tanpa ketergantungan kepada orang lain. Fog index dipergunakan dengan mengidentifikasi kata-kata sulit dalam suatu uraian. Kata-kata sulit itu antara lain ialah kaqta yang dalam mengucapkannya terdiri atas lebih dari satu suku kata.

Prosedur yang ditempuh dalam menggunakan fog index adalah sebagai berikut :

1. Pilih tiga jenis uraian secara acak pada masing-masing bagian awal, tengah, dan akhir.

2. untuk masing-masing uraian, hitunglah 100 kata mulai dari awal uraian. Kata yang sama hanya dihitung satu kali, kata berulang dihitung 2 kata.

3. Hitunglah rata-rata panjang kalimat yang lengkap dalam uraian itu dengan cara :

a. Carilah tanda titik terakhir sebelum kata yang keseratus tersebut. Hitung dari awal uraian berapa kalimat yang sempurna sampai titik terakhir sebelum kata yang keseratus tersebut.

b. Hitung jumlah kata dari titik terakhir sampai dengan kata yang keseratus. Kemudian jumlah kata itu dipergunakan sebagai angka pengurang dari 100 kata, maka akan diperoleh jumlah kata dalam kalimat lengkap yang terdapat sampai pada kata yang keseratus itu.

c. Bagilah hasil pengurang itu dengan jumlah kalimat lengkap, maka akan diperoleh jumlah rata-rata kata dalam kalimat pelengkap.

4. Carilah kata-kata yang berjumlah dua suku kata atau lebih sampai kata yang keseratus dan hitung jumlahnya. Kata-kata yang demikian dianggap kata sukar.

5. Kemudian dihitung dengan menggunakan rumus berikut :

2 (RPK + KS) + 5
5

RPK = Rata-rata panjang kalimat

KS = Kata-kata sulit

Hasil perhitungan dapat dikategorikan sebagai berikut.

Hasil

a. 12 sampai atau lebih kecil dari 12 = Sangat mudah

b. 13 sampai dengan 16 = Mudah

c. 17 sampai dengan 20 = Agak sukar

d. lebih besar dari 20 = Sukar


 

Original Blogger Template | Modified by Blogger-Whore | Distributed by eBlog Templates